Pages

Rabu, 28 April 2010

Bisa Jadi Rujukan.





Kehadiran salah satu pendidik dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya memberikan angin segar di otak saya, mungkin kalau di visualisasikan otak ini telah memancarkan aura putih dan hembusan angin di mana- mana,(hehe,,)waktu itu mata kuliah Askeb 4 atau Patologi kebidanan dan sub pokok bahasaan kita adalah penanganan perdarahan pasca persalinan atau haemorrage post partum. Beliau sangat menekankan bahwa semua bidan haruslah terlatih dalam penanganan ini karena hal ini masih menduduki peringkat pertama penyebab kematian ibu terutama di indonesia.

Angka kematian ibu (AKI) di indonesia menurut SDKI 2007 adalah 307/ 100.000 KH, ini masih tertinggi di Asia Tenggara dan target MDGs tahun 2015 adalah 226/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi menurut SDKI 2004 42/1000 kelahiran hidup, dan target MDGs adalah 25/1000 kelahiran hidup.Salah satu tugas tenaga kesehatan adalah menurunkan angka tersebut, sangatlah ironis apabila banyak sekali institusi kesehatan yang telah menghasilkan lulusan sebagai tenaga kesehatan tetapi angka kematian tidak mau turun.

Memang benar, pekerjaan yang kami hadapi nanti adalah sangat berat dan sangat berisiko lebih banyak berhubungan dengan nyawa, persiapan pengetahuan dan skill haruslah di pupuk mulai sekarang,filosofi memanfaatkan waktu dengan baik karena nyawa bisa hilang dalam hitungan detik sangat di tekankan oleh beliau.”Belajarlah bukan hanya dari kelas, bukan hanya dari buku, semua yang ada di sekitar kita masing- masing memberi kita pelajaran, tapi hanyalah otak dan hati yang hidup yang bisa mengambil pelajaran itu” mungkin itu quotte yang saya tangkap kemarin.

Saya pun sengaja menghubungkan ini dengan penulisan blog ini tentang inovasi belanda, untuk motivasi agar bisa berfikir inovatif untuk kesehatan yang lebih baik semoga indonesia bisa benar- benar sehat di 2015.Walaupun indonesia sangatlah berbeda dengan belanda dari segi demografis maupun penduduknya. Tapi apa salahnya bukankah belanda dan indonesia mempunyai hubungan yang erat sejak dulu kala, budaya mereka saling mempengaruhi satu sama lain. Dan tidak sedikit pula nenek moyang keduanya telah bersatu dan menyebarkan anak cucunya. kedua negara ini punya ikatan yang sangat kuat. sejarah tak bisa memisahkan keduanya Dr W bosch dari belanda yang mendirikan sekolah untuk bidan di indonesia yang pertama.bidan berasal dari bahasa sansekerta yang berarti perempuan bijaksana dan di belanda pun demikian Midwife di belanda disebut juga wise woman.

Masyarakat indonesia sebagian besar sangatlah kental dengan tradisi yang turun- temurun dari nenek moyang terutama banyak sekali mitos- mitos yang kurang masuk akal apalagi dalam dunia kesehatan, perlu pendekatan dan pembelajaran.dan rendahnya edukasi dan informasilah yang menjadi halangan utama untuk berkembang.

Dalam kaitannya dengan kesehatan ibu dan anak di belanda, yang memang Bidan di belanda yakni sebesar 70% membuka praktek mandiri masing-masing 15% lainnya diklinik dan berpindah- pindah. Pelayanan kesehatan di belanda menduduki peringkat pertama pelayanan kesehatan terbaik di eropa. Kelahiran di belanda adalah sangat tinggi yaitu sekitar 74.500 setiap tahunnya dan 48% di tolong oleh bidan.

Belanda adalah negara yang sangat menjunjung tinggi keragaman dan menghargai keberadaan manusia seutuhya. Di negara ini penggantian bidan selam observasi suatu persalinan adalah hal yang ditentang, kecuali memang adanya alasan sosial atau alasan pribadi. Penggantian ini bisa dari sesama bidan, dokter umum ataupun dokter obstetri.Bila seorang klien tidak senang dengan pelayanan yang di berikan oleh tenaga medis dia bisa menyelesaikannya pada komite khusus.komite ini terdiri dari dokter, bidan dan dokter obstetri dan menggunakan kembali kasus tersebut sebagai penelitian dalam perkembangan pelayanan kesehatan.Kompensasi finansial tidak menjadi perhatian dan biasanya setelah kesalahan yang di buat di akui maka bidan atau dokter itupun memeperoleh peringatan, setelah tiga kali peringatan proses pengadiln mungkin dimulai.Hal ini sangat di dukung oleh sistem pemerintahan di belanda, belanda mendukung penuh orang tua yang memiliki anak yang cacat. Mereka memiliki asuransi nasional dan fasilitas umum.

Pelayanan ibu dan anak yakni adalah fokus pelayanan bidan di belanda mencakup bidan di komunitas adalah pendekatan yang berfokus pada pemberian pelayanan yang berkualitas kepada wanita, di bentuklah sistem ambulans yang mengharuskan bidan datang maksimal 30 menit setelah bell berbunyi untuk pelayanan sesegera mungkin.jadi bidan di tempatkan di masing- masing wilayah kerjanya dan bisa dikatakan tidak ada kata rebutan klien.

Terdapat woman centre care yang memberi penghargaan terhadap ibu dengan setinggi- tingginya yakni menekankan persalinan dengan intervensi seminimal mungkin, karena pada hakikatnya persalinan adalah hal alami yang luar biasa yang di alami oleh perempuan. Bidan memberikan pelayanan dan kenyamanan, mengarahkan ibu dan meninggalkannya. Lho? Lenapa kok malah di tinggal? Benar sekali, bidan mengarahkan ibu bagaimana proses kelahiran, menimbulkan kepercayaan ibu, waterbirth adalah metode yang telah banyak digunakan disana,masyarakat percaya bahwa rasa nyeri yang ditimbulkan oleh persalinan akan membuat hubungan ibu dan anak semakin dekat.Bidan akan kembali pada saat pembukaan 8 dan semua telah siap menyambut datangnya buah hati.

Tetapi juga dalam lain artikel menemukan keluhan oleh salah seorang warga belanda tentang buruknya pelayanan kesehatan di negaranya yang menyebabkan dia heran, mengapa negaranya menduduki peringkat pertama dalam pelayanan kesehatan di eropa. Karena berdasarkan pengalamannya saat akan meminta mengganti perban operasi rutin anaknya, tetapi tidak dilayani dengan baik oleh tenaga kesehatannya. Memang, menjadi yang terbaik bukan berarti tanpa cela bukan? bukankah hal itu hanya di lakukan oleh oknum- oknum tertentu yang tidak memperhatikan keluhuran profesi mereka? Dan pada akhirnya hal semacam itu adalah sebagai ”kritik dan saran” yang membangun.

dan akhirnya seperti hadis berikut

”al muhafadhotu ’alalqodimishsholih wal akhdu bil jadiidil ashlah”

Yang artinya melestarikan sesuatu yang kuno yang di nilai baik dan mengadopsi sesuatu yang modern yang dinilai baik”

Terimaksih telah memberiku semangat

link ke posting ini.http://passionmidwives.blogspot.com/2010/04/kehadiran-salah-satu-pendidik-dari-rsud.html

38 komentar:

  1. Angka kematian ibu saat melahirkan yang cukup tinggi menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras lagi. Diharapkan target MDGs tahun 2015 sebesar 226/100.000 kelahiran hidup dapat tercapai. Tentunya Belanda dapat menjadi salah satu rujukan yang baik bagi Indonesia dalam pelayanan ibu dan anak. Trims sharingnya yang sangat menarik.

    BalasHapus
  2. Wah, seharusnya jgn begitu yah .. patu dijadikan referensi .. **

    BalasHapus
  3. hmmmmmmm JAWABANNYA TAKDIR DEH PASTINYA WKKWKKW...

    BalasHapus
  4. alhamdulillah aku baek aja Za.. kamu ndiri???

    aku dah lama gak mmpir biNGung bgt mau nyari kesana sini kemaren LOLA BGD DI PCKU

    BalasHapus
  5. semoga Indonesia bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Semuanya berawal dari ilmu pengetahuan dan bagaimana menyebarluaskannya pada masyarakat.

    BalasHapus
  6. wah setuju nie sm hadist nabinya...smangat y za bwt kompetisinya ^_^

    BalasHapus
  7. postingan ini dlmrangka ikut kompetiblog ya? sukses ya faiza...

    BalasHapus
  8. @herdoni wahyono:semoga memang bisa mencapai target tersebut

    @abdul hafizh: yang di jadikan referensi tu belanda kah maksudnya?

    @mb ami:hehe,,iya mb..emang ujung2nya takdir, dan semoga ada takdir yang baik setelah usaha,,haha..
    iya mbsama2 gpa..

    @gema: Amiiin ya Allah..setuju,, dengan promosi kesehatan kpd masyarakat..

    @Dy, mb rinda n roel: hehe..makasih..jadi malu nih..^^

    BalasHapus
  9. Artikel yang bagus, semoga menang ya mbak.

    BalasHapus
  10. moga menang nih lombane,tapi jangan lupa klo menang aku di kasi hadiahe wkwkwkwk

    BalasHapus
  11. Bila semua yang ada di artikel ini dapat dijalankan dengan baik kemungkinan tingkat kematian ibu dan bayi dapat ditekan seminim mungkin...

    Mudah2an ini bukan sekedar artikel atau ikut kompetiblog...

    Salam hangat & sukses selalu...

    BalasHapus
  12. ikut kompetisi ya?
    semoga bisa menang ya
    artikel ini menarik...
    saya malah ga begitu memperhatikan kalau angka kematian ibu yang melahirkan ternyata cukup tinggi..saya kira masih normal

    BalasHapus
  13. wah semangat mbak..artikelnya menarik dan informatif cara penyajiannya juga sederhana...
    sxan mo jemput awardnya mbak tapi yang mana yach hihi...yg di atas kah?
    Sukses Slalu!

    BalasHapus
  14. wah
    ternyata sebegitunya ya cara negeri lain memperlakukan warganya
    salut. Kita kapan ya?

    BalasHapus
  15. Wah,,ikutan kompetiblog ya...
    Smoga berhasil ya..postingan yg menarik...

    BalasHapus
  16. @anton: terimakasih sobat..
    @richo:amiiin...ok..tunggu ya..hihi..
    @noors: oke,,semoga setelah ini saya bisa menulis dengan baik..terimakasih bang..
    @clara: saya pun jg tercengang lho mb clara..AKI di indonesia tertinggi di Asia tenggara
    @bunglon:ooh..di postingan bawah ni..yg porkes sob..makasih sdh di jemput awardnya..
    @deady: semoga bisa secepatnya..amiiin..
    @ms andi n mb riesta: hehe,,iya..makasih mb,,mas..
    @dwi arf: hehe..terimakasih..

    BalasHapus
  17. wah wah wah.. banyak juga ya...hmm

    BalasHapus
  18. Seneng baca yang bagian memberikan pelayanan dan kenyamanan, pada hakekatnya perempuan mampu melahirkan.
    SEmoga lancar dalam menjalani studi.
    Dan selamat ikut kompetisi.

    BalasHapus
  19. tak tunggu beneran loh, nih aku dah di halte heheheh

    BalasHapus
  20. aku lebih sering nemu oknum2 yang tidak memperhatikan keluhuran profesi pelayanan kesehatan.

    semoga Pelayanan Kesehatan menjadi lebih baik di masa sekarang dan ke depannya

    BalasHapus
  21. Ibu-ibu yang meninggal saay melahirkan Insya Allah syahid.. :)

    Ada ewot untukmyu ya say... silahakan dicomot. hihihi

    BalasHapus
  22. kalo menang bagi-bagi ya
    hehehe

    ibu..... hiks....

    BalasHapus
  23. berkunjung..follow.. baca.. plus comment.. lengkaplah sudah..

    ^_______^

    love my mother..

    templatenya asik banget..

    BalasHapus
  24. @hendriawanz n arfi: hehe,,terimakasih ,,
    @richo: okay..doain ya,,Amiin
    @attayaya:iya..tu gag brpihak ma kluhuran profesi..setuju om..

    muga indonesia lbh baik

    @brency: iya insya allah..wah..trimakasih ewot nya..

    @kira: oke- oke..hiks,,(lho?)

    BalasHapus
  25. @elok: hehe,,yuhuuu,,

    tu senyum lebaaar,,,bgt...

    mkasih dh follow jeng..

    BalasHapus
  26. Hmm..gak nyangka..ternyata angka kematian ibu saat melahirkan banyak banget ya..semoga rencana 2015 bisa terwujud..

    Ouwh..ikut kompetiblog toh..
    Semangat ya..semoga menang dech..

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah Berkat Rahmat Allah SWT..

    Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Saya, Adik-adik serta kawan-kawan personel CS Band telah merampungkan Hit Single lagu CS Band yang berjudul Salahkah Aku, dengan ARANSEMEN YANG LEBIH BAIK DAN DENGAN MUSIK YANG LEBIH BERWARNA JIKA DIBANDINGKAN DENGAN ARANSEMEN AWAL....SOMOGA SAHABAT MENIKMATI...selamat mendengarkan..jgn lupa Unduh ya...

    BalasHapus
  28. Wah.. pengunjungnya banyak juga yaa.. nice article.. sama2 berjuang di kompetiblog yaa.. thanks udah maen ke artikelku: http://architecture-files.blogspot.com/2010/04/di-masa-lalu-belanda-yang-belajar-dari.html

    Semoga suka dengan tulisannya.. :)

    BalasHapus
  29. maafkan aku mbak, dah lama banget gak silaturahim.....
    hari ini silaturahmi lagi...mudah2an gak dilupain..hehehehe

    BalasHapus
  30. @abdul malyk: hehe,,terimaksasih..
    @PAK WILYO: Siip..pak..mksih infonya,,kereen..
    @architecture: kayaknya ada persyaratan yang tidak saya penuhi..saya jd ragu..terimakasih sdh brknjung sahabat,,
    @alrezamittariq: sama-sama,,hehe..saya jg jarang bersilaturrahim nih..

    BalasHapus
  31. semoga pelayanan di indonesia bisa seperti d Belanda

    BalasHapus
  32. @ ria:
    iya.amiin..semoga pelayanan kesehatan lbh baik

    BalasHapus
  33. Kunjungan kedua.. trims ya udah kasih 2 komen di tulisanku, hehe.. good luck, semoga suatu hari benar2 bisa ke Belanda..

    BalasHapus
  34. hai Faiza, thanks udah mampir ke blog ku..
    coklat van houten? boleehh...diambil ke bali yah..;-)
    salam kenal jugaa...

    BalasHapus
  35. Salam kenal, semua orang harus berfikir tentang keselamatan bagi sang ibu saat melahirkan terutama para penguasa

    BalasHapus
  36. sedihnyaaa
    kakakku termasuk wanita yang meninggal saat melahirkan
    ternyata angkanya tinggi ya

    aku kira itu tidak akan terjadi di keluargaku
    ternyata aku salah

    BalasHapus

Terimakasih sharing nya sahabat
happy Blogging ^_^